Sabtu, 02 Januari 2021

 

PERANCANGAN ROTARY FIXTURE UNTUK PROSES DRILLING CROSSMEMBER FRAME CHASIS  DENGAN SISTEM JUNGKAT JUNGKIT

 

 

Laporan Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan  Sarjana Terapan Program Studi Manufaktur

 Jurusan Teknik Mesin

Oleh :

Mohamad Alfin Ramadhani NIM. 4216010004

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI S1 TERAPAN MANUFAKTUR

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2020

 

 

HALAMAN PENGESAHAN

 

PERANCANGAN ROTARY FIXTURE UNTUK PROSES DRILLING CROSSMEMBER FRAME CHASIS  DENGAN SISTEM JUNGKAT JUNGKIT

 

Naskah skripsi ini sipa untuk diujikan

 

 

 

Oleh :

Mohamad Alfin Ramadhani                           NIM. 4216010004

 

 

 

 

 

 

 

Dewan Pembimbing

 

 

 

Drs. Nugroho Eko Setijogiarto, S.T., M.T.

 

 

 



PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI

 

 

Saya yang bertanda tangan di bawah  ini :

 

 

Mohamad Alfin Ramadhani                        NIM. 4216010004

 

Menyatakan bahwa judul dan isi Laporan Skripsi ini bebas dari plagiasi.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

 

 

 

 

Depok, 29 Juni 2020

 

 

 

Mohamad Alfin Ramadhani

NIM. 4216010004

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


PERANCANGAN ROTARY FIXTURE UNTUK PROSES DRILLING  CROSSMEMBER CHASIS DENGAN SISTEM JUNGKAT JUNGKIT

 

Mohamad Alfin Ramadhani

Program Studi Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta,  Jl. Prof. G. A. Siwabessy, Kampus UI, Depok, 16425.

E-mail : mohalfin29@gmail.com

ABSTRAK

 

  Perancangan rotary fixture drilling crossmember ini bertujuan untuk memudahkan operator pada saat proses drilling crossmember. Dari alat yang tersedia alat tersebut merupakan rotary fixture yang digunakan untuk proses gerinda, sehingga jika menggunakan alat tersebut operator belum mampu menyesuaikan settingan untuk proses drilling dengan bentuk geometri profil chasis yang berbeda serta bentuk geometri dudukan rangka yang tidak bisa menempatkan jig drilling. Akibat dua kondisi tersebut, akan berdampak pada kualitas drilling pada crossmember tersebut. Untuk mendapatkan poin settingan proses yang lebih optimal dan kualitas produk yang baik, diperlukan rotary fixture untuk memudahkan proses drilling crossmember.Metodologi yang digunakan adalah merancang rotary fixture berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan konsumen sehingga didapatkan rancangan yang akan mampu mempermudah pekerjaan. Hasil perhitungan rancangan manual ini juga dibandingkan  dengan menggunakan software untuk meyakinkan fungsi dan hasil perhitungan.

 Kata kunci : Rotary Fixture, Drilling, Indexing Jig,Resik, Software

 

 

 

ABSTRACT

 

The design of this crossmember rotary fixture drilling aims to facilitate the operator during the
 crossmember drilling process. From the available tools the tool is a rotary fixture used for the 
grinding process, so that if using the tool the operator has not been able to adjust the settings
 for the drilling process with different chassis profile geometry shapes and frame mount geometry
 that cannot place the drilling jig. As a result of these two conditions, will have an impact on the 
quality of drilling in the cross member. To get more optimal setting points and good product quality,
 a rotary fixture is needed to facilitate the crossmember drilling process. 
The methodology used is to design a rotary fixture based on the identification of consumer needs so 
that a design that will be able to facilitate the work is obtained. The calculation results of this 
manual design are also compared by using software to ensure the function and the results 
of calculations.

Keywords: Rotary Fixture, Drilling, Indexing Jigs, Rehearsal, Software

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERANCANGAN ROTARY FIXTURE UNTUK PROSES DRILLING CROSSMEMBER FRAME CHASIS DENGAN SISTEM JUNGKAT JUNGKIT”.

Proposal ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyusun skripsi studi sarjana terapan Program Studi Manufaktur Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta.

Penulisan skripsi ini dapat diselesaikan berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1.        Bapak Farikhin dan Ibu Wasifatun selaku orang tua penulis yang telah memberikan doa dan motivasi dalam proses penyelesaian skripsi.

2.        Bapak Dr. Eng. Muslimin, S.T., M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta

3.        Bapak Mochammad Sholeh, S.T., M.T., selaku Kepala Program Studi Teknik  Manufaktur

4.      Dosen Pembimbing, Drs. Nugroho Eko Setijogiarto, S.T., M.T.yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama penyelesaian skripsi ini

5.        Dosen-dosen Politeknik Negeri Jakarta yang telah memberikan dukungan dalam menyusun laporan skripsi ini.

6.        Para Guru dan Rekan-rekan Yayasan Alfaqih Mandiri yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.

7.        Ferrany Thifla sebagai sahabat yang telah memberikan semangat dan dukungan  dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga laporan proposal ini dapat memberi manfaat dan wawasan bagi semua pembaca.

 

           Depok, Februari 2020

 

                                                                       

 M. Alfin Ramadhani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

ABSTRAK.. ii

KATA PENGANTAR.. iv

DAFTAR ISI. vi

DAFTAR GAMBAR.. viii

DAFTAR TABEL.. ix

BAB 1. x

PENDAHULUAN.. x

1.1.       Latar Belakang Masalah. x

1.2.       Rumusan Masalah. xii

1.3.       Tujuan Penelitian. xii

1.4.       Ruang Lingkup dan Batasan masalah. xiii

1.5.       Lokasi Objek Skripsi xiii

1.6.       Metode Penelitian. xiii

1.7.       Manfaat Penelitian. xiii

1.8.       Konsep rancangan. xiv

1.9.       Sistematika Penulisan. xiv

BAB 2. 1

TINJAUAN PUSTAKA.. 1

2.1.  Objek Penelitian. 1

2.2   Proses Drilling. 2

2.3.1    Aturan pengencangan benda kerja pada proses drilling. 2

2.4.       Jig. 2

6)          Jig Indexing. 5

2.8.       Analisa Kekuatan Rancangan. 10

1.      Analisa Kekuatan Rangka. 11

2.      Analisa Kekuatan Poros. 11

3.      Analisa Kekuatan Pengelasan. 13

4.      Perencanaan diameter baut dan mur. 14

5.      Perencanaan dimensi pasak. 15

6.      Perencanaan dimensi spring. 16

7.      Perencanaan bantalan  gelinding (bearing). 17

2.9.       Analisa Proses Manufaktur. 19

1.      Perencanaan Proses Pembuatan Rangka. 19

2.      Perencanaan Pembuatan Komponen Hasil Permesinan. 20

BAB 3. 26

METODOLOGI PERANCANGAN.. 26

3.1. Diagram Alir Perancangan Alat 26

3.2. Bidang Kegiatan. 27

3.3  Identifikasi Rumusan Masalah. 27

3.4. Studi Literatur. 29

3.5. Membuat konsep desain. 29

3.6.       Pemilihan Konsep Design. 30

3.7.       Analisa dan Perhitungan. 30

3.8.       Menentukan Proses Manufaktur Hasil Rancangan. 30

3.9.       Menentukan Biaya Manufaktur. 30

3.10.    Pembuatan Draft dan Rancangan Gambar Kerja. 31

3.11.    Pembuatan Laporan. 31

BAB 4. 32

JADWAL PENELITIAN.. 32

4.1.       Jadwal Penelitian. 32

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1. 1 Crossmember. xi

Gambar 1. 2 Rotary Fixture Grinding. xii

Gambar 2. 1 Line Assy A (Sumber : PT. GKD). 1

Gambar 2. 2 Jig Bor. 3

Gambar 2. 3 Jig Template. 4

Gambar 2. 4 Jig plate. 4

Gambar 2. 5 Channel Jig. 5

Gambar 2. 6 Jig Indexing Jig. 6

Gambar 2. 7 Jig Trunion. 6

Gambar 2. 8 Jig Multistation. 7

Gambar 2. 9 Fixture Plate. 8

Gambar 2. 10 Fixture Plat Sudut 8

Gambar 2. 11 Fixture Vise Jaw.. 8

Gambar 2. 12 contoh komponen hasil fixture index. 9

Gambar 2. 13 Fixture Indexing. 9

Gambar 2. 14 Locator Pin. 9

Gambar 2. 16 Sambung Las Fillet Sejajar. 13

Gambar 2. 17 Model Pengencangan. 15

Gambar 2. 18 Defleksi Pegas. 17

Gambar 2. 19 Gambar Bearing Balls Contact 18

Gambar 2. 20 Skematik proses bubut 20

Gambar 2. 21  Skematik Proses Milling Vertikal dan Horizontal 22

Gambar 2. 22  Skematik Proses Drilling. 23

Gambar 2. 23 Tahap Pemilihan Konsep. 24

Gambar 3. 1 Diagram Alir Perancangan. 26

Gambar 3. 2 Desain Rotary Fixture 1. 29

Gambar 3. 3 Desain Rotary Fixture 2. 30

Gambar 3. 4 Desain Rotary Fixture 3. 30

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

 

Tabel 2. 1 Nilai kriteria perbandingan besi hollow, aluminium, dan plastik. 12

Tabel 2. 2  Sifat-sifat Besi Hollow ASTM A 500. 13

Tabel 2. 3 Angka Keamanan. 14

Tabel 2. 4 Tabel 2.3 Mechanical Properties SMAW... 15

Tabel 2. 5 Ukuran lasan terhadap tebal plat 16

Tabel 2. 6  Ketentuan dimensi pasak. 17

Tabel 2. 7  Penilaian Konsep. 26

Tabel 4. 1 Rangkuman Jadwal Pelaksanaan kegiatan penelitian. 32

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1.      Latar Belakang Masalah

Industri otomotif dewasa ini berkembang sangat pesat hamper di seluruh dunia. Kemajuan industri otomotif juga diikuti oleh industri komponen otomotif. Oleh karena itu, untuk dapat bertahan di dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat setiap perusahaan diharuskan untuk dapat meningkatkan kinerjanya.

PT. X sebagai perusahaan industry manufaktur yang bergerak dalam pembuatan frame chasis spesialisasi roda 4 kategori 2 (medium truck) dan kategori 3 (heavy truck). PT. X berusaha untuk selalu memenuhi kepuasan pelanggan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) yaitu dengan meningkatkan kualitas hidup produk, pengiriman produk tepat waktu dan melakukan aktifitas perbaikan, baik ide dari perseorangan, kelompok maupun aktivitas perbaikan tingkat divisi.

Peran kualitas adalah penjagaan mutu produk yang nantinya akan digunakan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mencapai, mempertahankan, dan mengembangkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga mampu bersaing dengan perusahaan yang sejenis .

Didalam proses pembuatan frame chasis terdapat beberapa proses yang harus dilewati . Salah satunya adalah proses drilling untuk bagian komponen frame chasis yaitu Crossmember.

Dalam mendukung program perbaikan berkelanjutan PT. X berusaha memenuhi perimintaan pelanggan. Oleh karena itu, timbul gagasan untuk merancang alat bantu rotary fixture untuk proses drilling yang mampu diputar dengan variasi sudut mebngkuti bentuk geometri proses crosmember chasis

Dari alat yang tersedia alat tersebut merupakan rotary fixture yang digunakan untuk proses gerinda, sehingga jika menggunakan alat tersebut operator belum mampu menyesuaikan settingan untuk proses drilling dengan bentuk geometri profil chasis yang berbeda serta bentuk geometri dudukan rangka yang tidak bisa menempatkan jig drillins.Seiring dengan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja maka diperlukan konsep 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) sehingga diperlukan sebuah wadah sebagai tempat untuk menempatkan besi beram secara portable agar tidak tercecer serta penambahan tempat dudukan jig untuk pergantian komponen yang akan diproses.

Rotary Fixture adalah alat bantu produksi untuk pekerjaan proses drilling yang menggunakan konsep ramah lingkungan dan mampu berpindah-pindah. Crosmember Chasis memiliki dimensi 798 x 235 x 229 [mm3] dengan berat 12 kg terlihat pada Gambar 1.1

Gambar 1. 1 Crossmember

 

 

 

 

 

 

 

1.2.      Rumusan Masalah

Gambar 1. 2 Rotary Fixture Grinding

Dari Gambar 1.2 menjadi rumusan masalah dari latar belakang yang diringkas sebagai berikut :

1.      Bagaimana merancang Rotary Fixture yang digunakan untuk proses drilling crossemember chasis dengan dimensi berbeda

2.      Bagaimana bentuk geometri rangka rotary fixture agar bisa ditempatkan jig drilling

3.      Bagaimana sistem clamping benda kerja

4.      Bagaimana rancangan dudukan wadah penempatan besi beram setelah proses drilling Rotary.

5.      Bagaimana menempatkan wadah jig drilling agar pekerja tidak bepindah-pindah

1.3.      Tujuan Penelitian

Tujuan yang dilakukan perancangan alat ini adalah untuk mendapatkan point settingan proses drilling yang lebih optimal dan memudahkan proses perawatan khususnya kebersihan,

1.4.      Ruang Lingkup dan Batasan masalah

Pembatasan masalah digunakan untuk mengindari penyimpangan pembahasan agar penulis fokus dan terarah pada :

1)      Perancangan jig drilling tidak membahas proses hardening inner bushing

2)      Tidak memperhitungkan kekuatan jepit roda swifel dalam menahan getaran akibat proses drilling

3)      Berat baut tidak diperhitungkan

4)      Tidak membahas proses pembuatan clamping unit

1.5.      Lokasi Objek Skripsi

  Lokasi Objek Skripsi yang saya pilih adalah  line Assy A PT. X.

1.6.      Metode Penelitian

1.      Melakukan observasi lapangan terhadap luasan area yang akan ditempatkan rotary table dan membandingkan  rotary table yang telah ada di lapangan

2.      Melakukan konsultasi dengan pembimbing industry terkait ketersediaan material

3.      Melakukan perhitungan analisa kekuatan kontruksi  dengan manual dan Software Solidworks

4.      Melakukan analisa perhitungan biaya

1.7.      Manfaat Penelitian

1.      Terselesaikannya proposal skripsi sebagai acuan dalam pembuatan skripsi dalam meraih gelar Sarjana Terapan Polteknik Negeri Jakarta.

2.      Menambah wawasan dan kemampuan berpikir mengenai penerapan teori yang telah didapat dari mata kuliah yang telah diterima di kampus politeknik

3.      Memberikan desain rotary fixture kepada PT. X bilamana alat akan dibuat untuk memproduksi crossmember chasis dalam jumlah lebih banyak

1.8.       Konsep rancangan

1.      Menggunakan alat bantu spring sebagai penumbuk rotary plate

2.      Memanfaatkan Togle Clamp dan pin untuk menempatkan posisi crossmember

3.      Menggunakan system kemudi putar dan system jungkat jungkit

4.      Menyediakan wadah penempatan jig drilling dan box beram pada rangka rotary fixture

1.9.            Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal skripsi ini terdiri dari 3 bab yang disertai dengan lampiran

Bab I Pendahuluan

Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, rumusan dan batasan masalah,lokasi objek skripsi,metode penelitian, manfaat penelitian,konsep rancanan, dan sistematika penulisan.

Bab II Studi Literaatur

Pada Bab ini berisi uraian hasil kajian pustaka (penelusuran literatur) dari jurnal atau prosiding,teks book, dan katalog yang mendukung dalam menganalisa rancangan dengan manual dan software.

Bab III Metodologi Rancang Bangun

Bab Metodologi Rancang Bangun berisi tentang metode pelaksanaan dalam menyelasaikan masalah rancang bangun yang meliputi prosedur teknik analysis dengan menggunakan manua dan software solidworks, serta teknik perancangan dengan menggunakan diagram alir.

Bab IV Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisikan kesimpulan dari proses rancangan alat dan saran-saran yang dijukan